SUKATANI – Kepala Desa (Kades) terpilih Sukamulya periode 2026–2034, Desi Kurniati Malik, mengapresiasi jajaran Polsek Sukatani yang berhasil mengungkap kasus duel maut yang sempat viral di media sosial. Ia berharap keberhasilan aparat kepolisian tersebut menjadi momentum memperkuat keamanan lingkungan sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan generasi muda.

Apresiasi itu disampaikan Desi melalui video pernyataan yang beredar pada Kamis (15/10/2026). Dalam rekaman tersebut, ia secara langsung menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Sukatani atas pengungkapan kasus yang menyita perhatian masyarakat.

“Saya Desi Kurniati Malik, S.H., Kepala Desa terpilih Desa Sukamulya periode 2026–2034, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polsek Sukatani beserta jajarannya yang sudah berhasil mengungkap kasus pembunuhan duel maut yang viral di media sosial,” ujar Desi dalam video tersebut.

Menurut Desi, pengungkapan kasus itu menjadi bentuk upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.

Orang Tua Diminta Awasi Pergaulan Remaja

Selain memberikan apresiasi kepada kepolisian, Desi mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak, terutama kalangan remaja. Ia menekankan pentingnya pencegahan terhadap perilaku menyimpang dan penyalahgunaan narkoba melalui pengawasan keluarga serta pembinaan lingkungan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar memperhatikan pergaulan anak-anaknya dan menjauhkan mereka dari narkoba,” tegasnya.

Desi juga menyampaikan rencana pemberlakuan jam malam bagi remaja setelah dirinya resmi menjabat sebagai kepala desa. Kebijakan tersebut, menurut pernyataannya, akan diarahkan untuk memperkuat pembinaan dan membantu melindungi generasi muda dari pergaulan yang berisiko.

“Insyaallah nanti kita akan berlakukan jam malam. Kita akan membimbing bersama anak-anak kita agar terhindar dari pergaulan bebas, pergaulan yang tidak kita inginkan, dan menjauhi narkoba,” ungkapnya.

Rencana tersebut menjadi salah satu gagasan pembinaan sosial yang disampaikan Desi menjelang pelantikannya sebagai Kepala Desa Sukamulya pada 4 November 2026. Pelaksanaannya tentu perlu disertai sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan orang tua, serta koordinasi dengan unsur terkait agar berjalan secara proporsional dan mengutamakan kepentingan anak.

Dorong Sinergi Pemerintah Desa dan Kepolisian

Di akhir pernyataannya, Desi kembali menyampaikan dukungan kepada institusi Polri atas upaya penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan masyarakat.

“Sekali lagi terima kasih kepada Polsek Sukatani. Bravo Polri Indonesia,” tutupnya.

Apresiasi tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi penguatan sinergi antara pemerintah desa, kepolisian, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah kekerasan di kalangan remaja.

Ke depan, tantangan menjaga keamanan desa tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah terjadi tindak pidana. Pencegahan melalui pendidikan keluarga, kegiatan positif bagi pemuda, pengawasan lingkungan, dan komunikasi antara aparat serta masyarakat juga diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Dengan demikian, pengungkapan kasus duel maut ini diharapkan tidak hanya menjadi keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga momentum membangun lingkungan Desa Sukamulya yang lebih aman bagi seluruh warga dan generasi muda. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *