SUKAKARYA – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial menggelar kegiatan Pembentukan dan Pelatihan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kantor Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Rabu hingga Kamis.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 60 peserta dari unsur masyarakat. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat menghadapi potensi bencana di lingkungan tempat tinggal.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, mengatakan pembentukan Kampung Siaga Bencana merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan warga dalam menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanggulangan bencana agar mampu melakukan tindakan cepat, tepat, dan terorganisasi sebelum bantuan dari pihak terkait tiba.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Masyarakat tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga memiliki kemampuan dan keterampilan untuk melakukan penanganan awal ketika terjadi bencana,” ujarnya saat di wawancarai pada Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, pembentukan KSB juga bertujuan memperkuat kelembagaan masyarakat agar mampu berperan aktif dalam penanganan bencana, mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait.

“Kami berharap Kampung Siaga Bencana ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling membantu dan bekerja sama. Dengan adanya koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, relawan, serta instansi terkait, penanganan bencana dapat dilakukan lebih terarah,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dinsos Kabupaten Bekasi menghadirkan narasumber dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial RI, Yulius Arianto Daud, serta Ketua Forum Komunikasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bekasi, Karyo.

Adapun materi pelatihan meliputi tata cara evakuasi korban bencana, manajemen posko bencana, pengenalan dan pengelolaan dapur umum, manajemen shelter atau tempat pengungsian, hingga manajemen logistik bagi korban bencana.

Peserta juga mendapatkan praktik langsung bongkar pasang tenda pengungsian sebagai bagian dari peningkatan keterampilan teknis dalam penanganan kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap terbentuk masyarakat yang tangguh, mandiri, dan memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana, sehingga risiko serta dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *