JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pelantikan tersebut mencakup pergantian pimpinan TNI, pengisian jabatan Wakil Menteri Pertahanan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga sejumlah posisi strategis di kementerian dan lembaga pemerintahan.

Perhatian utama tertuju pada perubahan posisi dua jenderal bintang empat, yakni Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI.

Maruli juga mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT). Sebelumnya, Maruli menjabat KSAD, sedangkan Tandyo merupakan Wakil Panglima TNI.

Tujuh pejabat lainnya turut dilantik

Selain perubahan di jajaran pimpinan TNI, Presiden Prabowo melantik tujuh pejabat lain untuk mengisi posisi strategis di kementerian dan lembaga negara.

Berikut rangkaian pengangkatan pejabat yang diberitakan pada Kamis (15/10/2026):

1. Letjen TNI Kristomei Sianturi, sebagai Kepala BNPB, menggantikan Letjen TNI Suharyanto.
2. Marsekal TNI Yusuf Jauhari, sebagai Wakil Menteri Pertahanan bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi.
3. Jenderal TNI Richard T. H. Tampubolon, sebagai Wakil Menteri Pertahanan bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
4. Dr. Alim Setiawan Slamet, sebagai Wakil Menteri Pertanian.
5. M. Maulana Bungaran, sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
6. Satyawan Pudyatmoko, sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
7. Mayjen TNI Sriyanto, sebagai Wakil Kepala BPGMN.

Penguatan pertahanan dan penanganan bencana

Pelantikan tersebut mencakup beberapa bidang kebijakan sekaligus. Di sektor pertahanan, penempatan Tandyo sebagai KSAD dan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI diikuti pengisian dua posisi Wakil Menteri Pertahanan dengan pembagian bidang tugas yang berbeda.

Yusuf Jauhari mendapat tanggung jawab pada bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi. Sementara Richard Tampubolon menangani bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan pertahanan.

Di bidang penanggulangan bencana, Kristomei Sianturi menggantikan Suharyanto sebagai Kepala BNPB. Pengangkatan tersebut berlangsung ketika pemerintah menghadapi tantangan penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.

Sementara itu, pembentukan dan pengisian kepemimpinan BPGMN menempatkan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove sebagai salah satu agenda kelembagaan pemerintah. Satyawan Pudyatmoko dan Sriyanto masing-masing dilantik sebagai kepala dan wakil kepala badan tersebut.

Menunggu pelaksanaan program kerja

Rangkaian pelantikan ini memperlihatkan penataan jabatan di lingkungan militer, kementerian, dan lembaga pemerintahan. Namun, efektivitas perubahan kepemimpinan tersebut nantinya perlu dinilai dari pelaksanaan tugas, koordinasi antarlembaga, serta capaian program yang menjadi tanggung jawab masing-masing pejabat.

Di sektor pertahanan, perhatian publik akan tertuju pada kesinambungan pembinaan TNI AD dan koordinasi pimpinan TNI. Di sisi lain, kinerja BNPB, penguatan kebijakan pertahanan, dukungan terhadap sektor pertanian, serta pengelolaan gambut dan mangrove juga menjadi bagian dari pekerjaan yang harus ditindaklanjuti. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *