Cikarang Pusat — Angka itu bukan khayalan.
Saat ini, PAD Kabupaten Bekasi 2025 dipatok Rp4,1 triliun lebih. Dari total APBD Rp8,3 triliun lebih yang ditetapkan 29 November 2024 lalu.
Tapi penelusuran media dilapangan menemukan, angka Rp4,1 triliun itu adalah angka minimalis. Angka yang dibiarkan bocor.
Jika empat sektor emas digali maksimal dengan regulasi jelas dan pengawasan ketat, PAD bisa tembus lebih dari Rp4,5 triliun. Artinya ada tambahan minimal Rp400 miliar yang selama ini menguap.
Hitungan Analisis atas 4 sektor:
1. PARKIR: Potensi Rp150 Miliar
Ribuan titik parkir di 7 kawasan industri + mall + rumah sakit + pasar + minimarket + parkir liar.
Jika e-parking diterapkan dan semua juru parkir liar ditertibkan, dengan retribusi rata-rata, potensi parkir saja bisa Rp100-150 miliar per tahun. Saat ini jauh di bawah itu.
2. PAJAK AIR BAWAH TANAH: Potensi Rp200 Miliar
Ribuan pabrik. Satu pabrik bayar pajak ABT puluhan hingga ratusan juta per tahun jika meterisasi jujur.
Jika 1.500 pabrik didata ulang, sumur ilegal ditindak, meter dikalibrasi digital, tambahan PAD bisa Rp150-200 miliar.
Ini sektor paling senyap tapi paling basah.
3. PAJAK HIBURAN MALAM: Potensi Rp100 Miliar
Ratusan tempat hiburan berkedok restoran. Selisih pungutan ke konsumen 15-25% vs setor pajak restoran 10% = 5-15% hilang per transaksi.
Jika Perda direvisi tegas, klasifikasi hiburan malam dipisah dari restoran, dan tarif 15-25% benar-benar disetor, tambahan PAD bisa Rp80-100 miliar.
Ini uang konsumen yang selama ini diduga dinikmati pengelola.
4. TIANG KABEL OPTIK: Potensi Rp100 Miliar Baru
Ini lumbung baru.
Ribuan hingga puluhan ribu tiang besi sudah berdiri sampai pelosok kampung. Tanpa izin. Tanpa retribusi.
Jika 20.000 tiang x Rp1 juta retribusi tahunan + retribusi ROW + izin galian = Rp20 miliar minimal. Jika 50.000 tiang, bisa Rp50-100 miliar.
Daerah lain sudah menarik. Kabupaten Bekasi ?.
TOTAL: Rp4,1 T + Rp400 Miliar = LEBIH DARI Rp4,5 TRILIUN
Jika empat sektor itu dimaksimalkan:
– Parkir: +Rp150 M
– Air Bawah Tanah: +Rp200 M
– Hiburan Malam: +Rp100 M
– Kabel Optik: +Rp100 M
Total tambahan: Rp550 miliar.
PAD dari Rp4,1 triliun bisa menjadi Rp4,65 triliun.
Artinya, Kabupaten Bekasi tidak perlu bergantung pada pendapatan transfer Rp3,4 triliun. Bisa mandiri.
KATA AFFANDI, KETUA APPPIPP:
“Kalau maksimal gali retribusinya bisa capai lebih dari 4,5 T. Itu benar. Hitungan kami juga begitu. Empat sektor itu saja kalau ditutup celahnya, PAD naik Rp400-500 miliar. Masalahnya bukan tidak ada potensi, tapi regulasi sengaja dibuat abu-abu dan pengawasan minim. Ada pembiaran.”
“Tinggal mau atau tidak pemerintah mau gali. Kalau mau, buat e-parking, kalibrasi meter air ribuan pabrik, revisi Perda hiburan malam, dan tertibkan tiang kabel optik. Uangnya ada. Lebih dari 4,5 T itu realistis,” tegas Affandi.
Pertanyaannya sekarang: mau sampai kapan Rp400 miliar lebih itu dibiarkan bocor? (her)
