SUKATANI — Pascakejadian duel maut yang melibatkan dua remaja berusia 15 tahun di Kampung Srengseng, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Kapolsek Sukatani AKP Nano Indratno turun langsung menyambangi warga untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Kepala Desa (Kades) terpilih Sukamulya, Hj. Desi Kurnia Malik, S.H., dan dihadiri puluhan warga. Dalam kunjungan itu, AKP Nano Indratno didampingi Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya dan anggota intelijen Polsek Sukatani, Sabtu(17/10/2026)

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi kepolisian untuk memberikan edukasi hukum, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mengajak seluruh elemen warga berperan aktif menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

Kapolsek Sukatani mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama dalam pergaulan sehari-hari, baik di lingkungan rumah maupun di luar rumah. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai penting untuk mengenali persoalan yang dihadapi remaja sekaligus mencegah konflik berkembang menjadi tindakan kekerasan.

Selain membahas pencegahan kenakalan remaja, pertemuan tersebut juga menyoroti bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang, narkoba, dan zat berbahaya lainnya yang dapat mengancam masa depan generasi muda.

Edukasi sejak dini, perhatian keluarga, serta lingkungan pergaulan yang sehat menjadi bagian penting dalam membentengi anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif maupun tindakan yang melanggar hukum.

Desi Kurnia Malik Dukung Edukasi Hukum

Kades terpilih Sukamulya, Hj. Desi Kurnia Malik, menyambut positif langkah Kapolsek Sukatani yang aktif memberikan sosialisasi kamtibmas dan pemahaman hukum kepada masyarakat.

Menurut Desi, sosialisasi semacam ini penting agar warga semakin melek hukum, memahami konsekuensi dari setiap tindakan, serta mampu menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa kekerasan.

Ia menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan keluarga.

Desi juga mengajak seluruh orang tua untuk meningkatkan kepedulian terhadap pergaulan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak kita merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, mari kita awasi dan bimbing pergaulan mereka sehari-hari, berikan perhatian serta pemahaman yang baik agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan negatif. Kita harus bersama-sama menjaga dan membimbing generasi muda demi masa depan mereka,” demikian pesan Desi.

Ia berharap kegiatan sosialisasi hukum dan kamtibmas dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menaati hukum, menjaga kerukunan, dan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Perkuat Sinergi Cegah Kekerasan

Melalui pertemuan tersebut, kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mencegah konflik antarremaja, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan desa.

Kepedulian orang tua, pengawasan lingkungan, edukasi hukum, dan komunikasi yang baik dengan aparat keamanan menjadi langkah penting untuk membangun suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Peristiwa di Kampung Srengseng menjadi pengingat akan pentingnya perhatian bersama terhadap kehidupan sosial generasi muda. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, diperkuat oleh lingkungan masyarakat, dan didukung melalui kehadiran aparat keamanan.

Dengan kolaborasi tersebut, Desa Sukamulya diharapkan tetap kondusif serta mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda secara positif. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *