Bekasi – Kabupaten Bekasi, kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, menyimpan paradoks yang menyedihkan. Di balik kilau industri dan kemajuan ekonomi, masih ada warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrim.

Ibu Tati, seorang warga berusia 59 tahun yang tinggal di Kampung Parungbanteng, Cibarusah Jaya, adalah salah satu contohnya. Ia telah hidup dalam kemiskinan ekstrim selama bertahun-tahun, tanpa pekerjaan stabil dan pendapatan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

Di satu sisi, Kabupaten Bekasi dikenal sebagai kawasan industri yang maju dan berkembang. Namun, di sisi lain, masih banyak warga yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Kunjungan tim LSM Benteng Bekasi ke rumah Ibu Tati menjadi bukti bahwa kemiskinan ekstrim masih menjadi masalah serius di Kabupaten Bekasi.

Ketua LSM Benteng Bekasi, Turangga, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Polsek, Koramil, dan Desa, untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan yang tepat dan efektif kepada warga yang membutuhkan,” kata Turangga. Selasa (24/06/2025).

“Kemiskinan ekstrim di Kabupaten Bekasi bukanlah hainya masalah ekonomi, tapi juga masalah kemanusiaan. Kita harus bertindak cepat dan efektif untuk membantu warga yang membutuhkan,” tambah Turangga.

Dengan bantuan dan dukungan yang tepat, diharapkan Ibu Tati dan warga lainnya yang membutuhkan dapat memiliki harapan yang lebih baik untuk masa depan. Kabupaten Bekasi perlu melakukan upaya lebih serius untuk mengatasi kemiskinan ekstrim dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Kabupaten Bekasi perlu melakukan upaya lebih serius untuk mengatasi kemiskinan ekstrim dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, diharapkan dapat menciptakan Kabupaten Bekasi yang lebih sejahtera dan harmonis. (Ww)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *