Bekasi – Harga jengkol yang mencapai Rp90.000 per kilogram membuat pedagang nasi uduk di Cibarusah terpaksa menghilangkan menu jengkol dari daftar mereka. Kenaikan harga ini disebabkan oleh kelangkaan pasokan akibat musim tanam yang kurang optimal, cuaca ekstrem, dan gangguan distribusi.

“Kami terpaksa menghilangkan menu jengkol karena harga jengkol yang semakin mahal walaupun sekarang turun 90 ribu dari 110 ribu,” ujar Olin, salah satu pedagang nasi uduk di Cibarusah. Minggu (10/8/2025)

Ia mengungkapkan bahwa pedagang tidak ingin membebani pelanggan dengan harga yang terlalu tinggi.

Kenaikan harga jengkol yang hampir satu bulan ini berdampak pada pelanggan yang biasa menikmati menu jengkol di warung makan. Mereka harus mencari alternatif lain atau membayar lebih mahal untuk mendapatkan menu yang mereka inginkan.

Pedagang kaki lima seperti pedagang nasi uduk memiliki peran penting dalam ekonomi lokal. Mereka menyediakan barang dan jasa kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau. Namun, kenaikan harga jengkol ini membuat mereka harus beradaptasi dan mencari solusi untuk tetap menjalankan usaha mereka. (Ww)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *