CIKARANG – BATIQA Hotel Jababeka memperkenalkan enam signature dishes yang mengangkat cita rasa Nusantara dan perpaduan kuliner lainnya. Menu tersebut ditawarkan sebagai pilihan baru bagi masyarakat yang ingin menikmati sajian hotel dengan harga yang tetap terjangkau.

Pengenalan menu baru itu berlangsung di Fresqa Bistro, BATIQA Hotel Jababeka, Selasa (11/8/2026), mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Kegiatan tersebut digelar secara serentak di sejumlah unit BATIQA Hotel sebagai bagian dari pengembangan menu kuliner jaringan hotel tersebut.

General Manager BATIQA Hotel Jababeka, Hartoyo, mengatakan peluncuran dilakukan bersamaan dengan sejumlah unit BATIQA Hotel di berbagai daerah.

“Jadi semua unit batiqa dari Jawa Barat ada di Karawang, Cirebon, Cikarang, Palembang, Pekanbaru, Lampung, dan Surabaya. Ujar Hartoyo kepada awak media.”

Menurut Hartoyo, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara unit hotel dengan Head Office Jakarta untuk memperkenalkan pilihan makanan dan minuman yang menjadi menu unggulan terbaru.

Corporate Food & Beverage Manager BATIQA Hotel, Reyn Mario Lizzarwan, menjelaskan terdapat enam menu yang disiapkan untuk ditawarkan di seluruh unit. Hidangan tersebut terdiri dari makanan pembuka, menu utama hingga minuman.

“kita unggulannya ada 6 menu Signeture Dish dilakukan untuk selling di semua unit yaitu untuk Appetizer kita mulai dari otak-otak kenangan itu otak – Otak Ikan itu Bestnya dari Kakap, lalu kita ada Tahu Cabe Garam (To Fussen Indonesian Chines Food), lalu untuk Maincourse kita ada Dori Dabu-Dabu jadi ikan With Sambal Dabu-dabu Saushito,lalu ada arsik Kakap Baramundi dan untuk Beverage nya atau minumannya kita ada 2 yaitu ada Hot Beveregis itu Lembayung Rasa dan Kunyit Asam Squash untuk yang Ice Cold nya. Ujar Mario.”

Mario menambahkan, program tersebut dilaksanakan secara serentak pada tujuh unit BATIQA Hotel yang berada di Pulau Jawa dan Sumatera.

“jadi ini kita lakukan untuk serentak semua hotel Unit Batiqa kami, kita ada 4 di pulau jawa dan 3 di Pulau Sumatera. Kata Mario.”

Salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam pengembangan menu tersebut adalah harga. Pihak hotel menyebut sajian yang diperkenalkan tidak hanya ditujukan bagi tamu yang menginap, tetapi juga masyarakat umum.

Menanggapi anggapan bahwa menikmati makanan di hotel identik dengan harga mahal, Mario mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan pilihan yang lebih ramah bagi konsumen.

“kalo ini kita sudah buat affordable/terjangkau kita biar mengedukasi temen-temen, masyarakat juga untuk mencoba pengalaman makan dan menginap di hotel kami buat suasana yang tenang nyaman buat menginap dan untuk makanannya murah dan enak dan tidak bikin tekor atau terjangkau. Tutup Mario.”

Resto & Banquet Manager BATIQA Hotel Jababeka, Teno Komarudin, berharap kehadiran menu tersebut dapat membuat masyarakat lebih mengenal pilihan kuliner yang tersedia di BATIQA Hotel.

“harapannya untuk launching Signature Dish Ini masyarakat juga bisa tahu bahwa di Batiqa Hotel Jababeka itu ada makanan khas yang memang ketika costumer mau ke Batiqa manapun dapat mencoba dan mencicipi rasa makanan dan harganya sangat terjangkau banget dibawah 100 ribu. Ujar Teno.”

Mengangkat Cita Rasa dari Berbagai Daerah

Teno menjelaskan, sejumlah hidangan yang diperkenalkan memiliki inspirasi dari kuliner berbagai daerah di Indonesia. Arsik Kakap Baramundi, misalnya, mengambil karakter masakan khas Toba, sementara Dori Dabu-Dabu mengadopsi cita rasa Manado.

“betul menu nusantara, untuk menu Arsik Kakap Baramundi tadi dari Toba , Dori dabu- dabu dari manado terus yang Fussen Chinise Food nya tadi Tahu Cabe Garam, dan Otak-otak kenangan. Ujar Teno.”

Selain makanan, pilihan minuman juga mendapat sentuhan lokal. Salah satunya Kunyit Asam Squash yang dikembangkan dari minuman tradisional jamu kunyit asam.

Teno mengatakan minuman tersebut diracik dengan pendekatan yang lebih modern agar memberikan sensasi menyegarkan tanpa meninggalkan karakter bahan utamanya.

“untuk minuman Kunyit Asam Squash itu racikan nya sebetulnya minuman tersebut merupakan minuman jamu tradisional khas jawa mungkin semua orang sudah mengenal jamu tersebut namun kita twist dan kita sajikan dengan konsep supaya minuman itu segar dan tapi tidak menghilangkan rasa dari kunyit asam sendiri dan tidak menghilangkan manfaatnya juga dan sehat. Tutup Teno.”

Kehadiran menu-menu tersebut sekaligus menjadi upaya BATIQA Hotel Jababeka memperluas pilihan kuliner bagi masyarakat di kawasan Jababeka. Dengan kisaran harga yang disebut berada di bawah Rp100 ribu, menu baru itu diharapkan dapat menjangkau konsumen yang ingin menikmati sajian hotel tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Fresqa Bistro menjadi tempat pengenalan keenam menu tersebut. Selain ditujukan kepada tamu hotel, pilihan kuliner ini juga terbuka bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana restoran hotel sekaligus mencoba sajian dengan karakter berbeda.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari inovasi BATIQA Hotel dalam mengembangkan produk makanan dan minuman di sejumlah unitnya. Program yang dilakukan secara serentak juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas kuliner jaringan BATIQA kepada masyarakat di berbagai wilayah. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *