JAKARTA – Menyikapi dinamika situasi nasional terkini serta tantangan ketidakpastian global yang dapat berdampak pada pemulihan ekonomi, Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) mengeluarkan pernyataan resmi. PP Hima Persis mengimbau seluruh elemen bangsa untuk merapatkan barisan, menjaga soliditas, dan memastikan kondusifitas nasional tetap terjaga di tengah berbagai silang pendapat.

Di tengah situasi yang menuntut kedewasaan berdemokrasi, PP Hima Persis menegaskan posisinya yang mendukung penuh hak konstitusional setiap warga negara dalam menyampaikan aspirasi. Namun, penyampaian pendapat tersebut mutlak harus dilakukan dengan cara-cara yang beradab, tertib, dan tidak mencederai kepentingan umum.

Ketua Umum PP Hima Persis Sholahudin Hasan, S.Pd., Lc., menyatakan, kita memahami bahwa saat ini terdapat berbagai aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Hal ini merupakan bagian yang sehat dari demokrasi. Namun, kami mengingatkan agar seluruh pihak tetap mengedepankan akal sehat dan menjaga ketertiban umum.

“Tindakan anarkisme atau perusakan fasilitas publik justru akan merugikan kita semua, memperburuk keadaan, dan menghambat proses dialog yang rasional,” kata Sholahudin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6/2026).

Sebagai wujud komitmen kebangsaan untuk menjaga keutuhan negara, PP Hima Persis menegaskan tiga poin utama:
1. Menjaga Soliditas dan Stabilitas Nasional: Mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak terverifikasi atau hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Stabilitas adalah fondasi mutlak bagi pertahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai turbulensi yang ada.

2. Menolak Tegas Praktik Anarkisme: Menolak segala bentuk aksi kekerasan, pengrusakan fasilitas umum, maupun tindakan destruktif lainnya dalam penyampaian aspirasi. Aksi yang melanggar hukum tidak akan pernah menyelesaikan masalah, melainkan justru mencederai muruah dan substansi dari aspirasi itu sendiri.

3. Mengedepankan Kritik Konstruktif: Mendorong pemerintah agar selalu responsif terhadap aspirasi rakyat. Di sisi lain, PP Hima Persis mengajak seluruh masyarakat untuk menyampaikan kritik dengan berbasis data serta menawarkan solusi yang konkret. Kritik yang membangun adalah bentuk kecintaan tertinggi kepada negara, bukan sekadar kegaduhan tanpa arah.

PP Hima Persis meyakini bahwa komunikasi yang terbuka, transparan, dan saling menghormati antara pemerintah dan masyarakat adalah jalan keluar terbaik untuk merumuskan solusi atas tantangan nasional saat ini.

“Mari kita kawal kebijakan pemerintah dengan cara yang elegan. Jangan biarkan energi besar bangsa ini habis karena konflik yang tidak perlu. Saatnya kita bergandengan tangan, fokus pada upaya-upaya konstruktif dan gotong royong demi kemajuan Indonesia ke depan,” tutup Sholah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *