PLAT BEKASI. COM, CIKARANG TIMUR – Harapan bagi talenta muda sepak bola di Kabupaten Bekasi kini makin nyata. Klub raksasa Spanyol, Levante Union Deportiva (Levante UD), yang dikenal sebagai salah satu tolok ukur persepakbolaan di negaranya, telah hadir untuk berbagi ilmu dan membuka pintu bagi pemain muda berbakat untuk bergabung dengan akademi mereka.

Sebanyak 100 pemain muda Kabupaten Bekasi mengikuti seleksi intensif yang digelar selama dua hari di Stadion Wibawa Mukti. Daniel Pastor, Direktur Pelatihan Internasional untuk Levante UD, langsung turun tangan menyeleksi para peserta. Dari ratusan pemain yang menunjukkan kemampuannya, hanya empat pemain muda terbaik yang nantinya akan mendapatkan beasiswa penuh untuk berlatih dan mengembangkan bakat mereka di akademi Levante di Spanyol. Ini adalah kesempatan emas yang bisa mengubah masa depan sepak bola Kabupaten Bekasi.

Tommy Apriantono, Ketua Askab Provinsi Jawa Barat, menyambut baik program ini. Ia menekankan bahwa talenta hanya menyumbang 1% dari keberhasilan, sementara 99% adalah kerja keras.

“Jadi pada hari ini kalian hadir tunjukkan kemampuan kalian, kalau hari tidak terpilih latihan terus. Karena masih banyak peluang, perjalanan kalian masih panjang,” ujarnya.

Apriantono juga menyoroti kesamaan tipikal antropologi dan gaya bermain antara pemain Indonesia dan Spanyol yang mengandalkan “tiki-taka” atau operan pendek, yang diharapkan dapat menjadi keuntungan bagi para pemain muda ini.

Senada dengan itu, Iman Nugraha, Kepala Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas program kerja sama antara PSSI Kabupaten Bekasi dan Levante ini. “Ini suatu program untuk meningkatkan talenta atlet pesepakbola untuk usia 14 tahun dan 15,” kata Iman.

Ia berharap para pemain terpilih nantinya bisa menjadi tulang punggung sepak bola Kabupaten Bekasi, Provinsi, dan bahkan Tim Nasional di masa depan. Iman juga menambahkan bahwa sebelumnya, satu pemain dari Bekasi telah berlatih di Spanyol, dan kini empat pemain terbaik akan menyusul.

Daniel Pastor sendiri mengaku sangat antusias melihat semangat dan bakat yang dimiliki anak-anak di Bekasi. “Saya melihat anak-anak sangat excited, sangat senang mengikuti program ini, dan melihat banyak talenta di Bekasi. Saya menginginkan di Bekasi lebih banyak lagi bisa menemukan banyak pemain buat Levante,” ujarnya.

Pastor juga menyoroti perbedaan mendasar antara pemain Indonesia dan Spanyol, terutama dalam hal intensitas. Ia mengamati bahwa pemain di Indonesia cenderung melakukan hal yang biasa selama sesi latihan, sementara di Spanyol, pemain berusaha memberikan yang terbaik, menunjukkan kecepatan dan eksplosivitas.

“Maka dari itu Levante ada di sini dengan tujuan untuk memberikan sesuatu yang berbeda yang digunakan di beberapa program latihan anak-anak di Indonesia,” jelasnya.

Pastor menegaskan bahwa program pelatihan Levante sangat relevan untuk Bekasi, mengingat potensi besar yang bisa dikembangkan. Namun, ia menekankan bahwa waktu dua hari tidaklah cukup.

“Kami berharap ke depannya mudah-mudahan bisa hadir lebih lama lagi sehingga potensi-potensi di Bekasi bisa digali dengan baik,” tutupnya, memberikan harapan akan kolaborasi jangka panjang untuk pengembangan sepak bola di Kabupaten Bekasi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *