SUKATANi ,-Hasil klarifikasi dan mediasi terkait data penerima bantuan sosial BLTS Kesra dari Kementerian sosial RI melalui penyaluran pembayaran PT Pos Indonesia Unit Sukatani Kabupaten Bekasi terkuak salah sasaran dan ada unsur Human eror akibat sistem aplikasi tidak sesuai data penerima manfaat harusnya atas nama Widie Intan Wulandari Penduduk Kampung Gandu RT 002/005 Desa Sukadarma diberikan kepada Maryati Penduduk Kampung Gandu RT 001 RW 005 Desa Sukadarma.
Bahkan menurut Kaur Kesra Desa Sukadarma,Jaelani persoalan ini sudah dibuatkan nota hasil kesepakatan bersama bahwa uang bansos BLTS Kesra atasnama Widie Intan Wulandari di kembalikan oleh Maryati selanjutnya Widie mengembalikan ke kas negara karena statusnya sebagai PPPK yang berdinas di Kominfosantik Kabupaten Bekasi yang di saksikan sejumlah saksi baik dari pihak petugas kantor pos unit Sukatani, PSM Sukadarma dan pihak dari Desa Sukadarma sendiri maupun perwakilan dari Kecamatan Sukatani.
“Tinggal nanti kita telusuri bersama sama terkait aliran uang BLTS Kesra atas nama Maryati itu sendiri sebagai penerima manfaat masuknya ke aplikasi penerima siapa ? Ini blom kita ketahui masih PR bersama,”imbuhnya.
Berita Sebelumnya: Dugaan Manipulasi Data Bansos di Sukatani: PT Pos, Kaur Kesra, dan PSM Saling Tunjuk
Terpisah Kepala Kantor PT POS dan Giro Indonesia Unit Sukatani, Deni saat dikonfirmasi membenarkan atas kejadian tersebut adanya kelalaian dalam pelaksanaannya sebagai pihak penyalur anggaran Bansos BLTS Kesra untuk warga Desa Sukadarma sehingga terjadi hal demikian.
“Ya saya akui adanya kelalaian dari pihak kita kurang teliti memberikan uang bantuan tersebut sampai salah sasaran, dan ini bagian dari evaluasi dan pembenahan internal kedepannya supaya lebih hati- hati lagi, sehingga tidak terjadi hal serupa,”ungkapnya.
Bahkan sambungnya, diketahui hasil penelusuran data penerima manfaat atas nama Maryati penduduk Kampung Gandu RT 01/RW 05 Desa Sukadarma diketahui ada bukti sudah menerima bantuan BLTS Kesra senilai Rp. 900.000,- justru atas nama nya sendiri berhasil top up periode Oktober -Desember 2025 lalu.
“Kemungkinan ini Maryati bisa jadi menerima dua kali pencairan atas nama Widie dan atas nama Dia sendiri ( Maryati), tinggal nanti kita kroscek ulang apakah ada unsur kesengajaan atau hanya kebetulan semata akibat kesalahan input barcode penerima manfaat dengan aplikasi yang biasa kita pakai,”pungkasnya. (***)
