SUKATANI- Pihak PT Pos Indonesia Unit Kecamatan Sukatani sebagai penyalur bantuan saling lempar tanggung jawab dengan Pihak Kaur Kesra Desa dan PSM Desa Sukadarma, terhadap kisruhnya penerima bantuan dugaan adanya manipulasi data Bantuan Sosial ( Bansos) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) dari Kementerian Sosial atas nama Widie Intan Wulandari warga Kampung Gandu RT 002 RW 005 Desa Sukadarma Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi yang berstatus PPPK.
Padahal menurut Heru, sangat mudah untuk melakukan kroscek pembukaan data riwayat dan bukti penerima bantuan tersebut diberikan kepada siapa sebenarnya , dan dipastikan dokumen baik KTP, kartu keluarga maupun foto dipastikan terdokumentasikan dengan baik.
Berita Sebelumnya:Kasus Bansos Salah Sasaran di Sukadarma: PPPK Diminta Kembalikan Uang yang Tak Pernah Diterima
“Harusnya sangat mudah dan tidak usah bertele- tele buka aja aplikasi penerima bantuan tersebut sudah diberikan kepada siapa sesuai bukti indentitas serta foto orang yang menerima bantuan itu, apakah benar asli adik saya atau orang lain,”ungkapnya.
Kalau persoalan tersebut berlarut- larut dan terus bergulir hingga sekarang belum ada titik terang siapa sebenarnya penerima bantuan tersebut, maka ia pastikan ada hal yang mereka tutupi terhadap proses pencairan bantuan sosial tersebut selama ini bermasalah dan tidak tepat sasaran.
“Pada akhirnya adik saya yang jadi korban, dia sendiri dan keluarga tidak merasa dan tidak pernah menerima bantuan itu, tapi harus mengembalikan uang tersebut ke kas negara karena statusnya sudah PPPK, yang bertugas di Dinas Kominfosantik Kabupaten Bekasi ,”imbuhnya.
Menurut Heru klarifikasi dan penelusuran ini bagian dari upaya menemukan titik terang terhadap penerima bantuan tersebut kepada siapa sebenarnya nya dan siapa yang mengarahkan bantuan tersebut bisa diterima orang lain dengan dugaan kuat mengunakan indentitas adiknya bernama Widie Intan Wulandari.
“Hal ini kalau gak ada manipulatif data tidak mungkin anggaran bisa berhasil TOP UP (cair) ke bukan orang sesuai indentitasnya, dan ini sudah terjadi akibat adanya dugaan unsur kesengajaan agar uang tersebut berhasil di top up lalu diberikan kepada orang lain dengan mengunakan indentitas adiknya saya,”ucapnya.
Terpisah, Camat Sukatani ,Agus Dahlan di Konfirmasi terkait hal tersebut ,bahwa pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap kasus tersebut kepada pihak Desa Sukadarma, selanjutnya ia sudah mengingatkan kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi, pihak ya mengaku hanya sebatas punya wewenang dalam pengawasan dan pembinaan.
“Kalaupun sudah diingatkan dan ditegur masih tetap begitu saja ,silahkan laporkan saja ke pihak APH,”ungkapnya .
