CIKARANG PUSAT-Pejabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan memastikan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Bekasi akan terus di Perpanjang mengingat Kondisi masyarakat berdampak masih memerlukan suplai air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan malanda wilayah Kabupaten Bekasi.

“Status Tanggap Darurat kemungkinan besok kita akan perpanjang sampai situasi hujan turun normal kembali, mengingat hasil perkiraan cuaca dari BMKG dan kondisi air masih kekeringan,”ucap Dani, Selasa (12/9/23).

Karena menurut Dani, kebutuhan masyarakat tidak bisa kita hentikan, selama musim hujan belum turun kita tetap masih mensuplay sambil mendorong jaringan langsung pipa air bersih yang digratiskan untuk masyarakat.

“Terutama yang berdampak kekeringan, karena bagaimanapun sumber air bersih masih sangat di perlukan oleh masyarakat,”jelasnya.

Dani akui, dalam mengatasi kondisi kekeringan ini tentu tidak bisa hanya dilakukan penangganan jangka pendek saja, namun jangka panjangnya harus dilakukan, seperti hal jaringan pipanisasi air bersih dari Perumda Tirta Bhagasasi akan memasang penyambungan jaringan gratis untuk masyarakat terutama wilayah yang sering berdampak.

“Air bersih adalah sumber kebutuhan dasar masyarakat, tentu langkah strategis kita bukan hanya upaya jangka pendek saja, namun jangka panjangnya kita lakukan di seperti pemasang sambungan pipa langsung ke masyarakat secara gratis nantinya,”ujarnya

Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno meminta Pemda Bekasi untuk fokus terlebih dahulu kepada penangganan persoalan bencana kekeringan, bukan hanya di wilayah Selatan saja, juga wilayah utara pun bisa dipikirkan solusinya, karena selain kebutuhan air bersih juga sumber air untuk persawahan semakin kering dan kemungkinan banyak petani yang akan gagal panen.

“Kita apresiasi adanya rencana akan ada 1000 penyambungan gratis jaringan pipanisasi air bersih dari Perumda langsung ke rumah masyarakat yang berdampak, namun itu bukan hal mudah, selain jarak dari rumah penduduk ke penduduk lainya sangat berjauhan, tentu akan menelan biaya yang tidak sedikit,”ucapnya.

Dan Pemda juga harus memperhatikan kemampuan Perumda Tirta Bhagasasi, yang sekarang saja ada beberapa kewajiban pemda sendiri dalam penyertaan modal belum terselesaikan pembayarannya ke Perumda senilai 120 miliar.

“Nach tentu kita juga mendukung upaya itu, namun di satu sisi Perumda Juga harus diberikan penyertaan modal dari Pemda untuk bisa merealisasikan itu,”ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *